Iran akan balas 'dengan aksi yang menghancurkan' jika AS serang kemudahan nuklirnya
News

Iran akan balas ‘dengan aksi yang menghancurkan’ jika AS serang kemudahan nuklirnya

Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengatakan segala pukulan Amerika Serikat terhadap Iran akan dibalas dengan aksi yang menghancurkan, setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk menggempur fasilitas nuklir Iran.

“Saya dengan pribadi tidak memperkirakan itu hendak terjadi, saya tidak melihat peluang mereka ingin menganggu keamanan dunia dan kawasan, ” ujar tukang bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, pada Selasa (17/11).

“Tapi bagaimanapun juga, tanggapan kami secara singkat merupakan setiap aksi terhadap rakyat Iran akan dibalas dengan aksi dengan menghancurkan, ” lanjutnya kemudian.

Pernyataan Ali Rabiei mengemuka menyusul informasi surat kabar New York Times bahwa Trump telah meminta para penasihat keamanan nasional untuk memberikan masukan terkait kemungkinan dan skenario serbuan terhadap Iran.

Ia dilaporkan membatalkan untuk membatalkan rencana mengingat risiko konflik lebih luas di Timur Tengah.

Gedung Putih sejauh itu belum memberikan komentar.

Itu terjadi sehari setelah pengawas nuklir global mengutarakan cadangan uranium yang tidak diperkaya (low enriched uranium) milik Iran mencapai 12 kali lipat dari dengan diizinkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015.

Kemufakatan penting itu sempat membuat AS dan lima kekuatan dunia yang lain memberikan bantuan kepada Iran, dengan syarat Iran membatasi kegiatan terbuka guna menunjukkan bahwa mereka tak mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Trump melecehkan kesepakatan ini pada 2018, dengan mengatakan bahwa perjanjian itu “cacat pada intinya”, dan menerapkan balik sanksi untuk memaksa para atasan Iran menegosiasikan kesepakatan penggantinya.

Akan namun para pemimpin Iran menolak melakukannya dan membalas dengan membatalkan sejumlah komitmen utama, termasuk dengan memperbanyak produksi uranium.

Presiden terpilih AS Joe Biden, yang akan menjabat di dalam 20 Januari, mengatakan dia hendak mempertimbangkan untuk kembali melakukan kata sepakat nuklir, selama Iran kembali dalam kepatuhan penuh dan berkomitmen buat negosiasi lebih lanjut.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari lain

Rabu pekan lalu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merilis sebuah masukan yang mengatakan cadangan uranium dengan tidak diperkaya Iran mencapai 2. 442, 9 kg – jauh di atas batas 202. 8kg yang ditetapkan di bawah kesepakatan nuklir dan secara teoritis cukup untuk menghasilkan dua senjata nuklir.

Uranium yang tidak diperkaya – dengan biasanya memiliki konsentrasi 3-5% uranium-235, isotop yang paling cocok buat fisi nuklir – dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit listrik. Uranium tingkat senjata diperkaya 90% atau lebih.

Pejabat GANDAR yang mengetahui pertemuan itu mengatakan presiden meminta untuk diberi petunjuk tentang opsi untuk serangan pada situs nuklir utama Iran, dengan merujuk pada fasilitas pengayaan Natanz.

Para-para penasihat berargumen bahwa tindakan tentara dapat menyebabkan konflik yang lebih luas di wilayah tersebut di pekan-pekan terakhir masa kepresidenannya, menurut para pejabat.

AS dan Iran hampir berperang Januari ini, setelah Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak di Irak yang menewaskan komandan tinggi Iran, Qasem Soleimani. Trump mengatakan jenderal Garda Revolusi tersebut bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika.

Iran menanggapi dengan memicu rudal balistik ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan GANDAR. Tidak ada orang Amerika yang terbunuh, tetapi lebih dari 100 orang didiagnosis dengan cedera penggagas traumatis.