Donald Trump dan Melania positif tertular covid-19, risiko kesehatan apa dengan dihadapi presiden AS ini?
News

Donald Trump dan Melania positif tertular covid-19, risiko kesehatan apa dengan dihadapi presiden AS ini?

Kepala Amerika Serikat, Donald Trump dan istrinya, Melania, positif terkena Covid-19 dan tengah menjalani karantina, tetapi kapan dan di mana dia tertular masih sulit dijawab.

Di tengah pengumuman ini, Wakil Kepala Mike Pence dan istrinya, Karen, mengatakan sudah melakukan tes dan hasilnya negatif.

Yang menjadi pertanyaan, surat dan di mana Presiden Trump tertular virus corona?

Pertanyaan ini pelik terjawab karena Trump memiliki rencana sangat padat menjelang pemilihan presiden pada 3 November dan lazimnya tidak menggunakan masker.

Namun, menurut jawatan berita Associated Press, Trump menyatakan bahwa ia melakukan kontak dekat dengan para pejabat militer ataupun para penegak hukum dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (01/10).

“Mereka (para pejabat) ingin merangkul dan mereka ingin mencium, ” kata Trump.

Hentikan Twitter perintah, 1

Lompati Twitter pesan, 1

Dalam perintah yang direkam sebelumnya untuk urusan amal pada Kamis malam (01/10), Presiden Trump mengatakan “akhir dibanding pandemi sudah dekat. ”

Beberapa tanda setelah pesan itu diputar pada acara tahunan Al Smith Dinner di kota New York, presiden mengeluarkan cuitan yang disebut CBS News sebagai “pengumuman yang mengguncang Bumi”, cuitan yang menbyebut dia dan istrinya positif covid-19.

Amerika Serikat mencatat angka kasus tertinggi dalam dunia dengan angka kematian menentang 208. 000 orang.

Trump dan Melania dites positif covid-19 setelah Hope Hicks, salah satu asisten terdekat Trump, dinyatakan positif terkena virus corona.

Hicks, yang berusia 31 tahun itu bepergian bersama Trump di pesawat kepresidenan Air Force One menuju acara debat capres dalam Ohio.

Risiko Covid-19 seperti apa yang dihadapi Trump?

James Gallagher, wartawan kesehatan & sains BBC News

Donald Trump memiliki faktor risiko yang jelas, termasuk usianya, berat badan dan juga karena berjenis kelamin laki-laki. Seluruh ini meningkatkan risiko terkena virus corona yang parah.

Trump berusia 74 tahun dengan indeks massa tubuh, Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, definisi klinis untuk obesitas.

Umur adalah ukuran jelas untuk kemungkinan terkena penularan serius, secara kemungkinan perawatan rumah sakit & dalam sejumlah kasus menyebabkan janji.

“Namun sebagian besar orang yang tertular juga membaik, ” kata Dr Bharat Pankhania, dari fakultas kedokteran Universitas Exeter, kepada BBC.

Analisa depan dari lebih 100 studi, bersandarkan data dari seluruh dunia, menunjukkan risiko pada anak-anak dan orang muda kecil.

Namun untuk orang pada usia 75 tahun, diperkriakan mulia dari 25 orang yang tersentuh virus corona, meninggal.

Pola yang serupa juga dilihat oleh pusat pengoperasian penyakit AS, Centers for Disease Control (CDC). Badan ini membuktikan delapan dari 10 kematian akibat Covid-19 terjadi pada mereka yang berusia di atas 65 tarikh.

Itu yang berusia sepantar Trump, efek untuk dirawat di rumah melempem lima kali lebih tinggi & kemungkinan meninggal 90 kali bertambah besar dibandingkan mereka yang berusia 20-an tahun.

Trump sendiri mengumumkan berita dia terkena virus corona, dalam cuitan terbaru-nya dengan menulis, “Kami akan menggunakan ini bersama-sama. ”

Para kepala dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pesan cepat pulih untuk Trump dan Melania.

Presiden Trump banyak dikritik karena kurang mempedulikan parahnya virus corona pada periode awal pandemi dan ia menghadiri berbagai pertemuan yang diadakan tanpa aturan jaga jarak atau tanpa penggunaan masker secara ketat.

Hentikan Twitter pesan, 2

Lompati Twitter pesan, dua

Dokter pribadi Trump, Sean Conley, merilis pernyataan bahwa presiden dan ibu negara “dalam kedudukan baik saat ini dan mereka berencana tinggal di kediaman dalam Gedung Putih selama zaman pemulihan”.

“Saya mencita-citakan presiden bisa menjalankan tugas-tugasnya minus gangguan selagi pemulihan, dan beta akan memberitahu Anda perkembangan apa pun pada masa mendatang, ” sebut Conley dalam pernyataannya.

‘Perkembangan yang mengguncang Bumi’

Sepekan setelah Donald Trump mengatakan kepada rakyat AS agar tidak khawatir pada Covid-19 karena “itu tidak mempengaruhi sapa pun” kecuali manula dan mereka yang punya penyakit jantung, presiden justru teruji positif terjangkit virus corona.

Sulit untuk tidak menyebut seberapa mengguncang Bumi perkembangan ini masa pilpres hanya 32 hari teristimewa.

Si presiden akan menjalani masa karantina untuk pemulihan. Pawai kampanye ditiadakan, sedangkan debat presiden selanjutnya di dalam dua pekan mendatang, masih dipertanyakan realisasinya.

Pesan yang berulang kali disampaikan presiden, bahwa bangsa AS “membalikkan keadaan” dalam penanganan pandemi, tergilas oleh penyakit yang sedang dia alami.

Hanya dua hari lalu, di dalam debat pertama, Trump mengolok rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, karena sering memakai masker & tidak menggelar pawai kampanye dengan bisa menandingi kemeriahan pawainya.

Kini, Gedung Putih dan tim kampanye Trump harus menjawab mengapa presiden menempuh sikap sedemikian sembrono dalam situasi perlindungan diri – serta berapa banyak pejabat di Gedung Suci dan petinggi pemerintah AS dengan terpapar Covid-19.

Pada masa krisis nasional, publik Amerika cenderung menggalang sokongan terhadap presiden. Akan tetapi sokongan tersebut mungkin belum cukup menangani sang presiden dari cecaran perkara.

Sejauh ini, Hicks tergolong staf Trump paling dekat dengan teruji positif Covid-19.

Hicks bepergian bersama Trump menggunakan pesawat Air Force One untuk menghadiri debat capres AS di Ohio awal pasar ini.

Saat turun dari motor, Hicks tampak tidak memakai masker pada Selasa (29/09).

Keesokan harinya, pada Rabu (30/09), perempuan berusia 31 tahun itu bahkan terlihat lebih dekat dengan Trump di pada helikopter kepresidenan Marine One era sang presiden menggelar pawai pada Minnesota.

Cuitan Trump pada Kamis (01/10) malam bersuara: “Hope Hicks, yang bekerja betul keras tanpa istirahat sejenak, mutakhir saja teruji positif Covid-19. [Ini kabar] Buruk!

“Ibu Negara dan saya menunggu hasil tes ana. Sementara itu, kami akan melakukan proses karantina! ”

Belum jelas apakah karantina yang dijalani Trump bakal mempengaruhi debat capres kedua, yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Florida, pada 15 Oktober.

Dalam percakapan melalui telepon dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, pada Kamis (01/10), Trump mengatakan dirinya dan istrinya “menghabiskan banyak waktu dengan Hope”.

“Jadi mari kita lihat apa yang hendak terjadi, ” kata Trump, seraya menambahkan bahwa Hicks kerap menggunakan masker tapi masih teruji membangun Covid-19.

Setiap hari Gedung Putih melakukan tes terhadap para staf kepresidenan dan siapapun yang berkontak dengan presiden.

Namun, Trump sering tidak memakai masker dan kala terlihat tidak menjaga jarak sosial dengan stafnya dan orang-orang lain dalam acara resmi.

Sebagaimana dilaporkan Bloomberg News, Hicks mengalami gejala-gejala Covid-19 serta dikarantina di pesawat Air Force One dalam perjalanan pulang daripada Minnesota.

Apakah ada staf lain dalam Gedung Putih yang juga terjangkit Covid-19?

Hicks adalah staf Gedung Putih terkini yang teruji positif Covid-19. Sebelumnya, sekretaris pers Wakil Pemimpin Mike Pence, Katie Miller, merasai hal yang sama pada Mei lalu dan kini telah sehat.

Pada bulan yang sama, seorang personel Angkatan Laut AS yang menjadi salah satu pengawal pribadi Trump juga teruji positif virus corona.

Selain itu, Penasihat Keamanan Nasional, Robert O’Brien, sejumlah personel pasukan perlindungan presiden, seorang pilot Marine One, dan pegawai kantin Gedung Suci, juga teruji positif Covid-19.

Akan namun, Gedung Putih saat itu menyatakan baik Trump maupun Pence tak tertular.

Hope Hicks adalah juru bicara tim kampanye Trump saat pengusaha tersebut maju sebagai calon pemimpin. Ketika Trump menjabat presiden, Hicks menjadi direktur komunikasi Gedung Suci.

Di dalam Maret 2018, dia mundur sejak jabatannya untuk menjadi kepala bagian komunikasi di perusahaan Fox milik konglomerat Rupert Murdoch. Namun, tempat kembali ke Gedung Putih pada Februari 2020.