HUT RI 75: Presiden Jokowi cetuskan 'kita harus bajak momentum genting ini'
News

HUT RI 75: Presiden Jokowi cetuskan ‘kita harus bajak momentum genting ini’

Presiden Joko Widodo mengajak bangsa Indonesia “membajak paksa krisis” dengan “melakukan lompatan besar”. Namun pengamat menilai istilah itu sebagai jargon semata karena tak didasarkan pada berbagai kebijakan mutakhir yang efektif mengatasi persoalan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis, langkah kita ialah melakukan lompatan besar, memanfaatkan paksa krisis yang sedang terjadi, ” kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/08).

“Krisis memberikan momentum bagi kita buat mengejar ketertinggalan, melakukan lompatan alterasi besar dengan melakukan strategi tinggi.

“Mari kita pecahkan masalah fundamental dengan kita hadapi. Kita lakukan lompatan besar untuk kemajuan signifikan, kita harus bajak momentum krisis tersebut, ” ujar Jokowi.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut pernyataan Jokowi itu tak sesuai dengan berbagai fakta yang muncul.

Sejauh ini belum ada strategi yang dicanangkan pemerintah, kata Bhima, untuk mencapai yang disebut Jokowi sebagai lompatan besar.

“Saya tidak melihat gebrakan. Lompatan besar itu sepatutnya diterjemahkan sebagai upaya membawa UMKM ke ranah digital atau peningkatan kapasitas jaringan internet, ” ujarnya.

“Ada penyelesaian masalah, baru melakukan lompatan besar. Kita mau lompat ke mana ketika penanganan pandemi dan stimulus kesehatan, misalnya, tidak serius.

“Ini hanya jargon seperti Indonesia Emas, bonus demografi, revolusi pabrik 4. 0, ” kata Bhima.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perjuangan untuk menghambat penyebaran virus corona (Covid-19) sudah luar piawai. Mulai dalam mengobati pasien Covid-19 hingga mencegah kematian.

“Perjuangan untuk menghambat penyebaran COVID-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah asing biasa kita lakukan, ” logat Jokowi.

Jokowi pun menyampaikan terima kasih kepada para tenaga medis. Serupa kepada tokoh masyarakat hingga para-para relawan yang ikut serta menangani Covid-19.

“Atas nama rakyat, bangsa dan negeri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter serta perawat, serta seluruh petugas dalam rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik kesehatan, dan di panti isolasi, kepada tokoh masyarakat, para-para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, serta para ASN di pusat dan di daerah, ” tuturnya.

Jokowi mengatakan, dengan pandemi Covid-19 ini, reformasi fundamental pada sektor kesehatan harus dipercepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan contoh hidup sehat harus diutamakan.

“Penguatan daya SDM, pengembangan rumah sakit & balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan tubuh harus kita tingkatkan secara besar-besaran, ” kata Jokowi.

Jokowi meminta masyarakat tetap bersyukur di peringatan HUT ke-75 RI meski semuanya berganti. Kata Jokowi, ratusan negara serupa menghadapi masa sulit.

“Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737. 000 jiwa, ” sekapur Jokowi.

“Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19, ” imbuh Jokowi.

Politik serta ekonomi

Presiden Joko Widodo mengatakan, kesibukan berdemokrasi harus tetap berjalan walaupun pandemi Covid-19 belum berakhir.

Sebab karenanya, Pilkada 2020 tetap kudu diselenggarakan, namun dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

“Agenda Pilkada 2020 harus tetap berjalan secara disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan, ” ucapnya.

Soal pemberantasan korupsi, Jokowi menegaskan “pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi”.

“Hukum harus ditegakkan tanpa penglihatan bulu, ” katanya.

Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menyebutkan perekonomian Indonesia yang merasai kontraksi.

“Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2, 97%, tapi pada kuartal kedua kita minus 5, 32%, ” ujar Jokowi.

Dia lantas menganalogikannya dengan komputer.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang . Semua negara garus melaksanakan proses mati komputer sesaat, ” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi mengatakan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memanfaatkan peluang yang tersedia guna membalikkan keadaan dari tumbuh negatif menjadi positif.

“Semua negara ada kesempatan men- setting ulang semua sistemnya, ” paparnya.

Masih mengenai ekonomi, Jokowi mengutarakan seluruh masyarakat harus mendapat kesempatan kerja.

Untuk mendukung hal itu, sirih Jokowi, perlu ada ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas. Selain itu, lanjut Jokowi, penataan regulasi selalu harus dilakukan.

“Regulasi yang menimpa tindih, yang merumitkan, yang menjebak semua pihak dalam risiko, kudu kita sudahi, ” kata Kepala Negara.

“Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomian nasional yang lurus, untuk kepentingan yang sudah hidup, untuk kepentingan yang sedang membongkar-bongkar kerja, untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berisi seluas-luasnya, ” ujar Jokowi.

‘Utopis’

Bhima Yudhistira berkata, upaya pemerintah mengatasi krisis selama pandemi jalan di tempat. Salah satu buktinya, kata dia, realisasi provokasi kesehatan baru mencapai 7, 19%.

Merujuk data Kementerian Keuangan, dari total anggaran Rp6, 3 triliun untuk bidang kesehatan yang disediakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baru Rp6, 3 triliun yang terserap.

“Jadi mau melompat sejauh apa kalau dalam urusan dengan mendesak saja masih sangat nista? ” kata Bhima.

Sejumlah proyek Jokowi selama pandemi pun, menurut Bhima, merupakan pengulangan atau kelanjutan dari program yang sebenarnya sudah berlaku sebelum wabah Covid-19.

Bhima mencontohkan Kalender Keluarga Harapan yang dijalankan Kementerian Sosial. Proyek bantuan untuk golongan masyarakat yang masuk kategori ‘keluarga miskin’ itu disebutnya sudah berlaku sebelum tahun 2020.

Adapun, program food estate yang disebut Jokowi digelar buat ketahanan pangan nasional, menurut Bhima sudah pernah dijalankan era tadbir Soeharto.

Proyek membuat kawasan kembung pangan ini ditargetkan Jokowi bakal digelar di lima provinsi. Papua akan menjadi kawasan food estate terbesar, seluas 1, 2 juta hektare.

“Presiden sering bilang Indonesia butuh kebijaksanaan yang extraordinary . Tapi sebenarnya yang diambil ordinary , seperti tidak sedang terjadi krisis, ” sebutan Bhima.

“Pidato ini utopis. Lompatan besar apa? Tidak ada dokumen pemerintah yang mendukung lompatan gembung itu. Bicara ketahanan pangan, tapi pendekatannya itu-itu saja, ” ujarnya.

Rancangan APBN 2021

Dalam pidato selanjutnya, Presiden Jokowi mengumumkan Rancangan APBN 2021 beserta nota keuangannya.

Anggaran kesehatan buat tahun 2021, menurut Jokowi, dialokasikan sebesar Rp169, 7 triliun ataupun 6, 2% dari keseluruhan Perkiraan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021.

Anggaran itu, kata Jokowi, akan dimanfaatkan untuk sejumlah program prioritas, antara lain pengadaan dan distribusi vaksin, peningkatan nutrisi ibu hamil dan balita, serta kelanjutan program cagaran kesehatan.

Alokasi dana APBN 2021 dicanangkan untuk bidang pendidikan, sebesar Rp549, 5 triliun atau 20% daripada total anggaran.

Alokasi anggaran lainnya yang disebut Jokowi adalah Rp414 triliun untuk infrastruktur, Rp104, 2 triliun untuk ketahanan pangan, serta Rp14, 4 triliun untuk sektor turisme.

Jokowi berkata, pemerintah juga akan menyediakan anggaran sebesar Rp356 triliun buat pemulihan ekonomi nasional tahun 2021.

Dari total uang itu, derma sebesar Rp25, 4 triliun disiapkan untuk pengadaan antivirus, sarana, dan prasarana kesehatan serta bantuan iuran BPJS.

Untuk mengatasi dampak pandemi, perkiraan spesial itu juga akan diarahkan untuk beberapa hal, antara asing perlindungan UMKM (Rp48, 8 triliun), program perlindungan sosial (Rp110, dua triliun), dan pembiayaan korporasi serupa lembaga penjamin pinjaman (Rp20, 4 triliun).

Jokowi mengklaim, rancangan APBN 2021 disusun untuk mempercepat pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19. “Ketidakpastian global dan domestik terjadi. Pemulihan ekonomi akan terus dilakukan, ” tuturnya.

Tahun 2021, Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4, 5 hingga 5, 5%. Konsumsi domestik & investasi disebutnya akan menjadi motor utama untuk mengejar target itu.

Mengenai, inflasi dia prediksi mencapai 3%, sedangkan nilai tukar rupiah dalam kisaran Rp14. 600 per US$1.