Lebanon: Bagaimana dua ribuan ton amonium nitrat sampai ke Pelabuhan Beirut?
News

Lebanon: Bagaimana dua ribuan ton amonium nitrat sampai ke Pelabuhan Beirut?

Pemerintah Lebanon menuding dua. 700 ton amonium nitrat yang disimpan di Pelabuhan Beirut jadi biang keladi ledakan dahsyat yang memporakporandakan sebagian kota itu di dalam Selasa (04/08).

Masyarakat Lebanon mengutarakan kemarahan dan ketidakpercayaan mereka bahwa bahan kimia yang rentan meledak tersebut ditempatkan dalam jumlah sedemikian tumbuh di sebuah gudang tanpa jalan pengamanan selama enam tahun & begitu dekat dengan kota.

Pemerintah Lebanon sejauh ini belum menyebutkan sebab mana amonium nitrat berasal, tetapi jumlah yang disimpan di gudang sama dengan yang tiba dalam Beirut pada November 2013 menggunakan kapal kargo berbendera Moldova, MV Rhosus.

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba pada mesin pencari lain

Di dalam lambungnya, kapal tersebut membawa 2. 750 ton amonium nitrat. Bahan kimia itu biasanya berwujud bola mungil yang umum digunakan sebagai pupuk pertanian, tapi juga dapat dicampur dengan bahan bakar minyak untuk membuat peledak di bidang pertambahan dan konstruksi.

Rhosus diperiksa para pejabat pelabuhan dan “dilarang berlayar”, kata pengacara. Sebagian besar anggota kru dipulangkan, kecuali Kapten Rusia, Boris Prokoshev, dan tiga warga lainnya yang dilaporkan berkewarganegaraan Ukraina.

Bakal tetapi, para kru tidak bisa menempatkan peralatan itu ke dalam kapal secara aman. Lantas kala pemilik kapal tidak bisa memenuhi bea pelabuhan, aparat Lebanon menyitanya, kata sang kapten.

Artikel lain mengenai ledakan di Beirut

Selanjutnya Rhosus “ditelantarkan oleh pemiliknya setelah penyewa dan pemilik kargo tak sedang berminat pada kargo tersebut”, menurut para pengacara.

Sementara itu, para-para kru yang masih berada pada kapal kekurangan makanan dan keinginan pokok. Para pengacara mengatakan raga kapal mengajukan permintaan kepada Hakim Urusan Mendesak di Beirut untuk mengizinkan mereka kembali ke negeri asal seraya menekankan “bahaya yang dihadapi para kru mengingat isi yang diangkut ‘berbahaya'”.

Hakim pada akhirnya mengizinkan para kru yang tersisa untuk turun dari kapal. Pada 2014, penguasa pelabuhan mengalihkan amonium nitrat tersebut ke “Gudang 12” di separuh tempat penyimpanan biji-bijian. Para advokat mengatakan kargo itu “menunggu untuk dilelang dan/atau dimusnahkan secara patut”.

“Kargo itu berdaya ledak tinggi. Itulah sebabnya disimpan di dalam ketika awak bertugas di kapal… Amonium nitrat [yang kami angkut] punya pemfokusan sangat tinggi, ” ujar Prokoshev.

“Saya merasa sedih atas orang-orang [yang tewas atau luka akibat ledakan]. Namun, aparat setempat dalam Lebanon harus dihukum. Mereka tidak peduli sama sekali dengan kargo. ”

Manajer umum Pelabuhan Beirut, Hassan Koraytem, dan Direktur Jenderal Bea Cukai Lebanon, Badri Daher, kompak mengatakan pada Rabu (05/08) bahwa mereka dan pejabat-pejabat yang lain sudah memperingatkan pengadilan mengenai mematikan yang ditimbulkan penyimpanan amonium nitrat dan pentingnya untuk memusnahkan barang itu.

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Koraytem mengatakan pada stasiun televisi lokal OTV bahwa Keamanan Negara juga telah menyampaikan surat-surat peringatan.

Menteri Pekerjaan Umum, Michel Najjar, yang menjabat sejak introduksi tahun, mengaku kepada Al Jazeera kalau dirinya baru mengetahui keberadaan amonium nitrat pada akhir Juli dan dia sudah berbincang dengan Koraytem mengenai perihal itu pada Senin (03/08).

Sebuah kebakaran tampaknya memicu ledakan amonium nitrat pada hari berikutnya. Ledakan itu menewaskan setidaknya 137 orang dan mencederai 5. 000 lainnya, sementara puluhan orang masih hilang.

Presiden Aoun berjanji menggelar penyelidikan atas kejadian ledakan di Beirut secara terang.

“Dengan tekad bulat kami akan mewujudkan investigasi dan mengungkap keadaan seputar yang terjadi secepat mungkin dan menangkap siapapun yang bertanggung tanggungan dan siapapun yang lalai serta menjatuhkan mereka dengan hukuman memutar berat, ” kata Aoun pada Rabu (07/08) setelah berkunjung ke pelabuhan yang porak-poranda.

Pemerintah Lebanon telah memerintahkan agar para pejabat di pelabuhan yang bertugas mengawasi penyimpanan amonium nitrat ditahan di vila masing-masing sampai penyelidikan tuntas.