Sesi Najib Razak: Mantan PM Malaysia bersalah atas seluruh dakwaan peristiwa 1MDB
News

Sesi Najib Razak: Mantan PM Malaysia bersalah atas seluruh dakwaan peristiwa 1MDB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dinyatakan bersalah pada seluruh dakwaan dalam sidang skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Selasa (28/07).

Hakim Pengadilan Agung Kuala Lumpur mengatakan tim adjuster mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah gagal meyakinkannya kalau tuduhan terhadap Najib tidak benar, termasuk pencucian uang sebesar RM42 juta.

“Karena itu, saya menyatakan terdakwa bersalah atas seluruh tujuh perkara, ” kata Hakim Pengadilan, Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali.

Najib, saat mendengarkan pembacaan vonis, terlihat tenang.

Najib sebelumnya menghadapi tujuh dakwaan terkait secara pelanggaran kepercayaan, pencucian uang serta penyalahgunaan kekuasaan.

Najib dituduh dengan ilegal menerima hampir US$10 juta (sekitar Rp 146 miliar) dari bekas unit 1MDB, SRC International.

Dia mengaku tidak bersalah.

Najib, yang kalah dalam Pemilu tahun 2018, menghadapi sejumlah tuduhan kriminal terkait dugaan telah dikorupsinya US$4, 5 miliar (lebih dari Rp 65 triliun) dari dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pengacara Najib sebelumnya mengatakan Najib diperdaya oleh pemodal asal Malaysia, Jho Low, dan pejabat 1MDB lainnya yang membuktikan Najib bahwa dana yang mendalam ke rekeningnya disumbangkan oleh puak kerajaan Saudi.

Pengacara mengatakan Najib tak tahu bahwa dana tersebut disalahgunakan, sebagaimana tuntutan jaksa.

Low sendiri telah membantah tuduhan tersebut.

Beberapa pembantu Najib telah berkumpul di dekat gedung pengadilan sejak Selasa pagi. Jalan menuju pengadilan ditutup sebab alasan keamanan.

Sebelumnya, Najib mengatakan bahwa pengadilan itu akan menjadi peluang untuk membersihkan namanya.

Apa yang dimaksud dengan 1MDB?

1MDB sejatinya didirikan untuk menahan dana untuk pembangunan Malaysia dan membantu kaum miskin negara itu. Namun, dana yang terkumpul dituduh telah diselewengkan.

Jaksa AS dan Malaysia menuding uang tersebut mengalir ke beberapa individu berpengaruh untuk membeli barang-barang mewah, termasuk real estat, kapal yacht, jet pribadi, dan barang seni.

Najib menyanggah tuduhan-tuduhan itu dan senantiasa berkeras tidak bersalah.

Bank investasi AS, Goldman Sachs, dengan mengumpulkan uang melalui penjualan surat berharga, juga diselidiki oleh negara AS dan Malaysia atas perannya.

Sejumlah pihak telah menuduh Najib terlibat pada korupsi 1MDB selama lebih sejak lima tahun.

Tetapi tindak tinggi secara hukum baru terjadi setelah ia kalah pemilu tahun 2018 dan penggantinya Mahathir Mohamad membuka kembali penyelidikan.

Reuters menuliskan, peristiwa ini dipandang sebagai ujian terhadap upaya Malaysia memberantas korupsi, sesudah partai Najib kembali berkuasa di dalam Februari lalu, sebagai bagian sejak aliansi yang dipimpin oleh Pertama Menteri Muhyiddin Yassin.

Putusan bersalah sanggup meningkatkan kredibilitas Muhyiddin di lupa publik, tetapi melemahkan koalisinya, dengan mengandalkan Organisasi Nasional Melayu Berbaur (UMNO) sebagai komponen terbesarnya semrawut dan berpotensi memicu jajak kesimpulan cepat.

Sementara, bebasnya Najib bisa mengganti sentimen publik terhadap Muhyiddin, & mendorong oposisi untuk menantang perserikatan yang berkuasa di parlemen tersebut.

Keputusan pengadilan dilakukan beberapa keadaan setelah Malaysia mencapai kesepakatan senilai US$3, 9 miliar dengan Goldman Sachs terkait dengan perannya di dalam membantu 1MDB mengumpulkan uang.