Idul Fitri: Lebaran di tengah pandemi, dari menikmati ketupat sampai berbagi paket makanan
News

Idul Fitri: Lebaran di tengah pandemi, dari menikmati ketupat sampai berbagi paket makanan

Umat Muslim sedunia menandai akhir Ramadan pada tengah pandemi Covid-19. Perayaan Idul Fitri yang pada tahun-tahun sebelumnya berlangsung akbar, kini diadakan secara prihatin dan menjaga jarak seraya menikmati berbagai penganan khas.

Di Indonesia, hidangan khas Idul Fitri adalah ketupat dan opor ayam. Ada pula rendang dan sambal goreng ati.

Penganan khas Idul Fitri juga terdapat di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.

Sheer Khurma, atau’Sewaiyan’ ialah santapan manis dari bihun dengan biasa disajikan khalayak Asia Selatan. Adapun masyarakat Timur Tengah terdapat kue mentega yang dijejali dengan pasta kurma atau serpihan kacang pistachio atau walnut kemudian ditaburi gula.

Kue mentega ini sangat laris saat buka puasa maupun perayaan Idul Fitri di Timur Tengah. Namanya kendati beragam di masing-masing negara. Pada Suriah kue ini dikenal secara sebutan Mamoul, kemudian Klaicha dalam Irak, dan Kahk di Mesir.

Di samping menikmati beragam sajian khas Idul Fitri, sejumlah umat Muslim mempersiapkan paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Saat Idul Fitri, Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 terkait panduan kaifiat (tata cara) takbir dan shalat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona.

Dalam fatwa MUI tersebut, disebutkan bahwa salat Idul Fitri dapat dilakukan di rumah secara berjemaah atau sendiri. Risiko penularan virus dinilai masih sangat tinggi jika masyarakat menggelar salat Id dalam masjid atau lapangan.

Semua foto dilindungi hak cipta.