Virus corona dan pekerja migran: Kemenkes rilis prosedur kepulangan WNI sesudah ratusan ribu orang sudah kembali ke Indonesia
News

Virus corona dan pekerja migran: Kemenkes rilis prosedur kepulangan WNI sesudah ratusan ribu orang sudah kembali ke Indonesia

Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran pada Jumat (15/05) yang mengatur prosedur kepulangan WNI dan kedatangan WNA lewat semua pintu masuk Indonesia guna mengantisipasi wabah virus corona. Surat informasi itu dirilis setelah ratusan ribu pekerja migran telah pulang ke Indonesia.

Kepala Lembaga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, melaporkan sebanyak 126. 742 pekerja migran Indonesia (PMI) telah kembali ke Indonesia “Baik dengan transportasi darat, laut, maupun udara, ” kata Benny, 9 Mei 2020.

Di antara mereka, ada yang tidak dites Covid-19 setibanya di Indonesia, meskipun Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan mewaspadai kepulangan mereka sebab berpotensi menyebabkan gelombang kedua penyebaran virus.

“Diperiksa kesehatan seperti detak jantung dan ditembak mukanya [cek suhu], tidak tersedia pemeriksaan lain. Lalu keluar bandara, dijemput keluarga, dan sampai sendi, sekarang saya lagi berladang, ” kata seorang pekerja migran Nusantara (PMI) dari Arab Saudi pada wartawan BBC News Indonesia Ayah Eben Lumbanrau, Selasa (05/05).

Bagaimana mekanisme pengaturan prosedur kepulangan WNI?

Dalam surat edaran itu, mereka yang muncul di Indonesia wajib mengikuti metode karantina kesehatan dan pemeriksaan bunga, seperti wawancara dan pemeriksaan mencuaikan rapid test atau p olymerase chain reaction ataupun PCR.

Pada setiap WNI dibekali dengan surat fakta sehat atau health certificate dalam kaidah Inggris yang berlaku maksimal tujuh hari sejak diterbitkan oleh wahana kesehatan dari negara asal.

Dokumen tersebut mau divalidasi oleh dokter Kantor Kesehatan tubuh Pelabuhan (KKP) baik di pangkalan, bandara, maupun Pos Lintas Pemisah Darat Negara (PLBDN).

Walaupun hasil pemeriksaan minus virus corona, mereka tetap harus menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan. JIka tidak ditemukan penyakit maka petugas KKP mengeluarkan izin kesehatan & health alert card kepada individu yang bersangkutan.

Setelah dari KKP, apabila warga tersebut ingin melanjutkan perjalanan ke daerah asal, mereka wajib membawa surat pekerjaan dari pihak Satuan Tugas Pengerjaan Covid-19 setempat. Izin kesehatan daripada KKP tersebut juga diserahkan kepada pihak RT dan RW setempat, agar puskesmas bisa memantau itu selama isolasi mandiri di vila.

Jika WNI tiba di Indonesia tanpa membawa surat keterangan sehat, KKP hendak melakukan pemeriksaan kesehatan seperti rapid test atau PCR dan selama menunggu hasil pengujian, WNI menunggu pada tempat karantina sementara yang telah disediakan. Jika hasil tes PCR positif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit darurat atau RS rujukan di wilayah setempat.

Perketat pintu masuk

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri mengatakan dengan adanya risiko kejadian impor, pemerintah memperketat pintu merembes Indonesia di tengah kepulangan puluhan ribu WNI dari luar kampung karena wabah virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Kamis (30/04), sejak 18 Maret hingga 29 April, sekitar 68. 614 warga negeri Indonesia telah tiba dari Malaysia dengan transportasi darat, laut, serta udara.

Sebanyak 1. 381 WNI dari berbagai potongan dunia juga telah kembali.

Lebih lanjut Retno mengucapkan bahwa Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memperkirakan bahwa masa kontrak kerja sekitar 33. 000 WNI di luar negeri bakal kedaluwarsa dalam tiga bulan ke depan dan diperkirakan akan pulang juga.

“Sementara kita juga memperkirakan 2. 399 awak kapal pesiar akan pulang, ” tambah Retno.

“Kami sangat menyadari kemungkinan risiko kejadian impor termasuk dari warga Indonesia yang kembali dari luar kampung. Karena itu, tak ada pilihan lain bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat protokol kesehatan setibanya itu di Indonesia, ” kata Retno dalam jumpa pers Kamis (30/04).

Sebagian besar gaya kerja Indonesia pulang secara sendiri dan sekitar 1500 dideportasi oleh pemerintah Malaysia.

Retno mengatakan demi menekan risiko impor kasus Covid-19 pemerintah akan memastikan semua WNI yang kembali mematuhi semua protokol kesehatan, molek di tempat kedatangan maupun wadah keberangkatan.

Fasilitas karantina di titik masuk

Pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi yang dijadikan titik masuk atau entry point bagi WNI — jalur hawa yaitu Jakarta, Bali, Makassar, & Medan; jalur laut yaitu di Batam, Tanjung Priok, Benoa, Dumai, dan Tanjung Balai Karimun.

“Di setiap titik hadir akan ada fasilitas karantina bagi mereka yang menunjukkan gejala. Awak juga menyediakan fasilitas transit untuk para TKI sebelum mereka balik ke kampung halaman mereka di berbagai wilayah Indonesia, ” papar Retno.

“Bagi para WNI yang tidak menunjukkan petunjuk, kami sangat menganjurkan untuk mengabulkan karantina mandiri di rumah semasa 14 hari. Pemerintah lokal, atau bahkan di tingkat desa, serupa akan berusaha untuk memastikan langkah-langkah karantina dipatuhi. ”

Adapun mengenai proses pengembalian WNI yang bekerja sebagai awak pesawat, Retno mengatakan proses disembarkasi membutuhkan persiapan teknis yang teliti, tercatat memenuhi protokol kesehatan wajib.

“Proses itu tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, ” prawacana Retno, seraya menambahkan bahwa proses tersebut membutuhkan koordinasi dari pemerintah pusat dan provinsi.

Retno mengatakan memang ada lonjakan kedatangan kapal pesiar di Indonesia karena negara-negara lain enggan menerima kapal-kapal tersebut di pelabuhan mereka.

Ia juga mengatakan pihaknya telah berusaha memfasilitasi kepulangan awak kapal Indonesia di luar negeri menggunakan pesawat sewa, akan tetapi ini membutuhkan “fleksibilitas” negara-negara yang dikunjungi oleh kapal-kapal tersebut.

Apa yang akan dilakukan di dalam para pekerja migran yang kembali?

Benny Ramdhani, kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Nusantara (BP2MI), mengatakan sekitar 34. 300 pekerja migran yang diperkirakan mau pulang adalah mereka yang kala kerjanya berakhir bulan Mei maka Juni 2020.

Mereka sebagian besar berada di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Korea Daksina, Singapura, Oman, Arab Saudi, Kuwait, dan Italia.

Secara jumlah tersebut, ditambah puluhan ribu WNI yang sudah tiba pada Indonesia, diperkirakan pada bulan Juli nanti akan ada sedikitnya 100. 000 mantan pekerja migran yang telah kehilangan pekerjaannya.

Benny mengatakan meski BP2MI hingga memberikan pelayanan dan perlindungan kepada PMI yang pulang ke dukuh halaman, mereka tengah merumuskan rancangan yang bertujuan memberikan pemberdayaan ekonomi, bantuan usaha, relaksasi Kredit Daya Rakyat, hingga pelatihan. Mereka menyebutnya “PMI Purna”.

“Intinya bagaimana ketika mereka pulang, simpanan yang tidak miliki dari buatan kerja mereka itu tidak terbengkalai tapi bisa mereka gunakan untuk modal usaha.

“Nah tentu terkait penguatan-penguatan pelatihan, pelatihan-pelatihan produktif, kemitraan dengan BUMN, dengan perbankan, mitra kerja… ini dengan kita terus buka dan berdayakan, ” tuturnya.

Wahyu Susilo, direktur eksekutif lembaga pemerhati sah pekerja migran Migrant Care mengucapkan para pekerja migran yang pulang kampung perlu diikutkan dalam program jaring pengaman pemerintah seperti sandaran langsung tunai, bantuan sembako, kartu prakerja, maupun program padat karya.

Para pekerja migran itu layak mendapatkannya, menurut Wahyu, karena mereka termasuk WNI dengan pertama terdampak wabah Covid-19 di luar negeri sejak bulan Januari.

“Dan pemerintah kita enggak berbuat apa-apa. Jadi jadi kompensasi dari kelalaian itu harus dipastikan bahwa ratusan ribu pekerja migran yang nantinya akan stay tanah air itu harus memperoleh akses untuk jaring pengaman baik, ” ujar Wahyu.

‘TKI terperangkap lockdown di Malaysia’

Sebelumnya, pada 16 April, Wahyu mengatakan bahwa akibat wabah virus corona sejak Januari lalu dan dengan diterapkannya karantina wilayah—di Malaysia disebut Perintah Kawalan Pergerakan—membuat para pekerja Indonesia dalam Malaysia dalam posisi rentan & terperangkap.

Dia memperkirakan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia berniat pulang dalam kaum pekan ke depan.

“Hal yang paling konkret yang dialami pekerja migran kita ialah mereka yang sekarang ini terjebak dalam pemberlakuan lockdown di Malaysia.

“Pemantauan sampai minggu yang lalu, sudah hampir 40. 000 pekerja migran kita daripada wilayah Malaysia itu sudah menyeberang, terutama ke pelabuhan-pelabuhan di kepulauan Riau. Nah, ini yang aku kira harus menjadi perhatian, ” ujar Wahyu kepada BBC News Indonesia pada Kamis (16/04).

Ia juga merujuk di data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang memprediksi datang bulan Mei akan ada kira-kira 38. 000 pekerja migran yang akan kembali ke Indonesia.

Wahyu menambahkan kalau pemerintah harus serius memperhatikan supaya kebutuhan mereka juga terpenuhi.

“Yang saya serukan pemerintah serius menangani hal itu, baik dengan pasokan logistik buat yang masih bertahan dan menjalankan protokol kesehatan mereka yang kembali, ” kata Wahyu Susilo.

TKI pulang sebelum Idul Fitri

BP2MI memperhitungkan jumlah pekerja migran yang pulang akibat wabah virus corona diperkirakan akan melonjak selama bulan Bulan berkat hingga perayaan Idul Fitri kelak.

Di bagian lain, Pemerintah Indonesia juga memperhitungkan bahwa puncak pandemi di pada negeri akan terjadi pada kamar Mei hingga Juli, kata Pemimpin Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

“Di mana angka peristiwa pada saat puncak itu secara kumulatif diprediksi mencapai 95. 000 kasus. Di mana selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah hendak mencapai 106. 000 kasus, ” kata Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (16/04).

Mau pulang

Wabah corona setidaknya membuat banyak TKI di Malaysia kehilangan pekerjaan, seperti yang dituturkan oleh Rosidah. Ia merupakan seorang pekerja migran dari Jawa Timur yang bekerja di sektor kebersihan di Selangor.

Rosidah mengatakan bahwa dia dirumahkan sejak pertengahan Maret, masa Malaysia menerapkan lockdown. Ia serupa mengungkapkan bahwa ia sedang hamil dan ingin pulang.

“Karena kondisi saya saat ini lagi hamil. Tadinya memang dasar balik bulan empat (April), akan tetapi sekarang ada kondisi Covid itu, jadi tidak bisa balik.

“Padahal kandungan hamba sudah masuk tujuh bulan. Hamba ingin kembali ke Madura untuk melahirkan. Di sini kondisinya begini, lockdown, kita pun cuti, mau makan pun susah, ” logat Rosidah.

Beberapa bagian mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah, maupun tempat asal untuk menerima itu. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan telah ada koordinasi antara pemerintah sentral, daerah, serta berbagai instansi dan lembaga yang terkait.

Sebagai contoh, ia mengatakan kalau awal pekan ini ada sembilan pekerja migran yang berasal sejak wilayah Jawa Tengah yang kembali ke Indonesia dan tiba di Sumatera Utara.

“Sembilan itu kita akan siapkan tempatnya di Semarang. Sudah jadi, tinggal masuk saja, mudah-mudahan bisa dikarantina dulu di situ, ” kata pendahuluan Ganjar kepada BBC News Indonesia pada Kamis (16/04).

Terkait persiapan pada tingkat wilayah dalam mengantisipasi kemungkinan banyaknya pekerja migran yang pulang sekaligus, Ganjar mengungkap bahwa mekanisme utama terfokus pada tingkat pusat, di mana diharapkan akan disiapkan lokasi karantina sebelum pemulangan ke masing-masing daerah.

“Kalau pemerintah tengah sebenarnya sudah menyiapkan . Pusat yang menyiapkan. Maka begitu masuk ke Indonesia, katakan di kamp di satu wadah, seperti yang dulu ada di Natuna, selesai 14 hari segar dipulangkan.

“Kan terkontrol semuanya. Mudah-mudahan mekanisme ini bisa dipakai untuk itu, ” ujar Ganjar.

Semenjak diberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan di dalam pertengahan Maret lalu dan yang telah diperpanjang sebanyak dua kali, banyak tenaga kerja migran dari Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

Sebagian di antara mereka mengaku kesulitan bertahan hidup dan sampai perlu menyerukan suruhan bantuan makanan melalui media baik kepada pemerintah Indonesia.

Berita ini diperbarui pada Kamis, 30 April 2020.